Situ Sanghiyang merupakan sebuah objek wisata alam berupa danau yang cukup luas di Desa Cilolohan-Cibalanarik Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya. Objek wisata ini masih terbilang sepi pengunjung di akhir minggu. Oleh karena itu, pengunjung yang sengaja datang ke sini dapat dengan leluasa menikmati pemandangan yang terpampang di hadapannya.

Seperti yang saya lakukan di hari Sabtu kemarin. Saya dan keluarga datang ke Situ Sanghiyang untuk sekedar menikmati panorama danau yang masih natural. Kebetulan rumah nenek istri saya berdekatan dengan lokasi objek wisata ini. Di situ kami sengaja menyewa sebuah rakit untuk mengelilingi areal danau yang airnya masih terlihat bening. Sedangkan putra saya dan neneknya menunggu di saung sambil menikmati mie rebus hangat.



Beberapa orang tampak memancing ikan di pinggiran situ. Lainnya lagi menjala ikan dari rakitnya. Tampak sekali suasana tradisional di sini yang memang jauh dari keramaian.

Setelah itu, kami menuju balong untuk memancing ikan. Dengan peralatan dan umpan seadanya, saya akhirnya bisa mengail 2 ekor ikan. Lumayan, karena sewaktu memancing di Rancakalong dan di Baleendah beberapa waktu lalu, tak memperoleh satu ekor pun. Tak lupa juga meneguk air kelapa tua yang langsung dipetik dari pohonnya.

Segarnya.

Dari sebuah milis, lho [murba].

+ Pendidikanmu opo?
- Hukum Pak.
+ wah ora bisa ditompo ning kene.
- Alasanipun Pak?
+ Kakehan ngomong mengko, malah ora kerja.
- tapi kulo mantan diplomat lho Pak.
+ Tambah ora ketompo?
- Lho kok ngaten pak?
+ Mengko gaweyanmu mung ropat-rapat wae.....


+ Kowe nduwe omah opo ora?
- Dereng....
+ Wah kowe ora iso ketompo nang kene.
- Lho kok ngaten?
+ Mengko kowe mesthi ngajukne utang nang perusahaan.
- Ah.. mboten kok, sakjanipun tiyang sepuh kulo niku sampun sugih.
+ Yo malah ora ketompo.
- Lho kok ngaten?
+ Mengko kowe kerjo mung nggo hiburan, nongkrang nongkrong ae.


+ Kowe nduwe motor opo ora?
- Mboten.
+ Ora ketompo.
- Lho kok mboten ketompo?
+ Mengko kowe mesthi njaluk bantuan kredit.
- Sakjanipun gadhah, ning tasih ten kampung, gampil mangke kulo beto ngriki.
+ Wah malah ra ketompo....
- Lho kok ngoten?
+ Tempat parkire wis ra cukup.


+ Kowe wis lulus sarjana tenan?
- Sampun Pak....
+ Ora ketompo. Kene iki golek sing SMA ae, luwih manutan lan ben mbayare murah.
- Sakjanipun kulo tasih badhe skripsi.
+ Malah ora ketompo.....
- Lho kados pundi to?
+ Mengko kowe kerjo mung ngetik skripsi, yen wis lulus mesti golek kerjo neng perusahaan liyo.


+ Kowe seneng guyon opo ora?
- Mboten pak, kulo serius nek nyambut gawe.
+ Ra ketompo.....
- Waa... Kok ngoten?
+ Engko konco-koncomu lan anak buahmu podho stress.
- Sakjane nggih sekedhik-sekedhik seneng guyon.
+ Malah ora ketompo.
- Lho kok......
+ Engko kowe mung email-emailan sing lucu.


+ Kowe mau mrene numpak opo?
- Nitih mobil.
+ Kowe ora ketompo.
- Sebabipun?
+ Saiki BBM mundhak terus, mengko kowe njaluk mundhak bayar terus.
- Woo, kulo wau namung mbonceng, kok.
+ Tambah ora ketompo.
- Lho, lha kok?
+ Mengko mung gawene mbonceng mobil kantor. Ngrusuhi!


+ Anakmu akeh opo sithik?
- Kathah, Pak.
+ Kowe ora ketompo.
- Sebabipun?
+ Nyambut gawemu ora jenjem, mung mikir gawe uanak terus.
- Lha wong namung anak adopsi, kok.
+ Tambah ora ketompo.
- Lho, lha kok?
+ Gawe anak bae aras2en, opo maneh nyambut gawe.


+ Kowe wis ngerti gaweyanmu durung?
- Dereng.
+ Kowe ora ketompo.
- Sebabipun?
+ Arep nyambut gawe kok ora ngerti gaweyane?
- Oo, nek damelan niku mpun ngertos kok.
+ Tambah ora ketompo.
- Lho, lha kok?
+ Kowe rak mung arep keminter, to?


+ Kowe ngerti kahanan kantor kene durung?
- Dereng.
+ Kowe ora ketompo.
- Sebabipun?
+ Arep nyambut gawe kok ora ngerti kantore?
- Wah, nggih sekedhik2 mpun ngertos kok.
+ Tambah ora ketompo.
- Lho, lha kok?
+ Mengko kowe senengane ngudhal-udhal wewadi kantor, to?


+ Kowe kerep loro?
- Mboten.
+ Kowe ora ketompo.
- Sebabipun?
+ Mesthi kerep mbolos, wong arang2 gering.
- Wah, sakjanipun nggih asring.
+ Tambah ora ketompo.
- Lho, lha kok?
+ Kantor iki ora nompo karyawan pileren.


+ Kowe biso main internet?
- mBoten.
+ Kowe ora ketompo.
- Sebabipun?
+ Perusahaan ora nompo sing buta internet.
- Wah, sakjanipun nggih saged.
+ Tambah ora ketompo.
- Lho, lha kok?
+ Mesthi ora bakal nyambut gawe, kakehan dolanan internet, to???


+ Kowe waras opo ora?
- Lha, kulo nggih waras to Pak.
+ Ra ketompo.
- Kenging nopo?
+ Mengko kowe mesthi ora krasan neng kene.
- Niku rumiyin Pak, sakmeniko sampun rodo edan.
+ Malah ra ketompo.
- Pripun to niki?
+ Mengko aku duwe saingan.
- WAAAAAAAAAAAAAAAA! !!!!
--





I receive payments from someone, but I can't use them because they're some of collectible items for me. They have sorted serial numbers (UCP632189-90) and the year of printing (2008, new and smell good). Accidently, I receive them at Soekarno - Hatta International Airport this morning (9/11).

Funny, eh? Do you believe it?


Hari ini InfoWorld mengumumkan software free dan open source terbaik di tahun 2008 yang tersedia untuk kalangan bisnis, profesional IT dan individual produktif.

Para pemenang tersebut terdiri dari 8 kategori, yaitu:

Collaboration (social networking, wiki, blogging, groupware)
- Elgg (social networking)
- MediaWiki (wiki)
- Scalix (media dan kalender)
- VNC (remote control)
- Wordpress (blog publishing)

Developer tools (RIA platform, Ajax framework, business rule management system, version control package, object database, Web service test tool, HTTP client library)
- db4o (object database)
- Git (version control)
- HttpClient (web client library)
- TBB (parallel programming)
- JBoss Drools (Business rule management system)
- Flex (Rich Internet applications)
- Prototype (JavaScript framework)
- soapUI (Web services test tool)

Enterprise applications (BPM, CRM, ERP, e-commerce, business intelligence, project management, application management, portal software)
- Alfresco Community (Content management)
- Compiere (enterprise resource planning)
- dotProject (project management)
- Hyperic hq (application monitoring)
- Intalio (Business process management)
- Liferay Portal (Enterprise portal)
- Magento's eCommerce (E-commerce)
- Pentaho (Business intelligence)
- SugarCRM (Customer relationship management)
- Jasper Reports (Reporting)

Networking (IP telephony, VoIP monitoring, log analysis, Wi-Fi scanning, server network monitoring, and routing software)
- Asterisk (IP Telephony)
- Awstats (log file analyzer)
- inSSider (Wi-Fi network scanner)
- Nagios (Server monitoring)
- NDISwrapper (Wireless network interface)
- Vyatta (Router, firewall, and VPN)
- WireShark (VoIP monitoring)
- Zenoss Core (Network monitoring)

Platforms and middleware (operating systems, desktop and server virtualization, database, application integration, data migration software)
- centOS (server operating system)
- JBossESB (Enterprise service bus)
- Mysql (database)
- phpMyadmin (MySQL administration)
- Puppy Linux (Small-footprint OS)
- Jitterbit (Data migration)
- Ubuntu 8.04 (Desktop operating system)
- VirtualBox (Desktop virtualization)
- Xen (Server virtualization)

Productivity apps (office suite, Web browser, image manipulator, sound editor, 3D modeling tool, PDF creator)
- Audacity (sound editing)
- Blender (3D modelling)
- Firefox (Web browser)
- Gimp (Image editing)
- OpenOffice.org (Productivity suite)
- PdfCreator (PDF creation)

Security (firewall, IPS, network gateway, password cracker, penetration toolkit, application security, disk encryption software)
- Metasploit (penetration toolkit)
- ophcrack (windows password cracker)
- Smoothwall Express (firewall)
- Snort (Network intrusion detection)
- Splunk (Security log analysis)
- Truecrypt (Disk encryption)
- Untangle (Gateway security)

Storage software (network and online backup, network attached storage, disk monitoring, storage administration)
- Amanda (network backup)
- FreeNAS (storage server)
- Free Online Backup (Online backup)
- WinMerge (File management)
- Smartmontools (disk monitoring)
- StorageIM (Storage administration)

Silahkan, dipilih! dipilih! ;-P

Setelah empat hari dirawat di RSUD Kota Bandung, Ujung Berung karena gejala DB, putra pertama saya akhirnya diperbolehkan pulang. Hasil lab pagi tadi sudah tinggi, yaitu 198.000 (wow!!). Padahal hari kemarin cuma 42.000. Loncat banget, yach. Semoga tidak apa-apa. Alhamdulillah berkat pertolongan Alloh jua Dzakwan sudah sembuh dari sakitnya.

Seminggu yang lalu, memang tiba-tiba suhu badan Dzakwan naik. Hal ini berlanjut sampai hari Minggu dan membuat dia tidak bisa tidur. Mungkin juga karena merasakan pening di kepalanya. Saya coba untuk menggendongnya dan memutar cd lagu anak-anak di komputer. Syukurlah dia akhirnya bisa terlelap. Senin subuhnya saya dan istri memutuskan untuk membawa Dzakwan ke RSUD Ujung Berung. Namun sayang, labnya masih tutup dan akan buka kembali pukul 8.00 pagi. Ya sudah, lalu saya bawa Dzakwan dan istri ke rumah mertua yang terletak di belakang rumah sakit itu.

Jam 8 lewat, panas Dzakwan sudah mendingan dan saya bawa ke UGD rumah sakit untuk di cek darahnya di lab. Hasilnya trombosit Dzakwan hanya berjumlah 67.000, kurang dari normal yang seharusnya berjumlah 150.000. Ya, apa boleh buat. Dzakwan harus dirawat di rumah sakit untuk memulihkan kesehatannya.

Alhamdulillaah, selama di rumah sakit Dzakwan selalu dalam keadaan baik walau trombositnya terbilang cukup rendah. Agak khawatir juga saya, mengingat umurnya baru 15 bulan. Dokter dan perawatnya sangat bersahabat. Kebetulan di sini kami mengenal salah seorang dokter dan petugas lab-nya. Mereka selalu membantu kami tanpa diminta.

Lucunya, selama dirawat di rumah sakit, Dzakwan selalu menunjukkan keceriaannya sebagai seorang balita yang baru tumbuh. Dia tidak betah bila diam saja di tempat tidur. Maunya diajak jalan-jalan sepanjang lorong sambil membawa-bawa botol infus, ngintip TV di ruang dokter, naik turun anak tangga, mengejar kucing, main tombol lampu, keluar masuk lemari perangkat yang kosong dan tak lupa memainkan notebook saya.

Syukurlah, hari-hari itu telah berlalu walau akhirnya ulang tahun pernikahan kami yang ke-2, kami lalui di rumah sakit. Nggak apa-apa kok, Dzakwan.

Perjalanan ke Jakarta dari Bandung pp (pergi-pulang atau pulang pergi?) waktu itu memang tanpa rencana. Tidak ada acara pesan travel lebih dulu. pesan hotel, taksi dan segala macam. Alhasil, saat tiba di agen travel tujuan Jakarta, ternyata sudah penuh dibooking. Langsung saya ngaciir ke stasiun Bandung guna mengejar kereta jam 5 pagi. Akhirnya, dapat juga tiket KA Argo Gede dengan keberangkatan pukul 5.30 tujuan Gambir.

Tiba di stasiun Gambir langsung naik ojek ke halte busway Monas. Nggak cukup waktu buat jalan kaki ke sana. Eiyts, hampir lupa beli tiket busway, untung belum masuk ke ruang tunggunya. Cuma bayar Rp 3.500,- sudah bisa duduk dengan tenang di busway menuju halte Polda untuk ke JCC di Senayan. Turun busway nyambung lagi pakai ojyek. Lumayan hemat daripada naik taksi dari Gambir ke Senayan, kan?

Di JCC ikutan konferensi gratis INAICTA 2008 sampai selesai. Ouw, ada ibu Menteri membawakan materi sangat menarik mengenai industri kreatif di tanah air. Sayang, tidak ada ppt-nya dalam bentuk digital. Siangnya sebelum Jumatan, dapat makan gratis pula di acara tersebut. Sorenya, karena hari Jumat adalah hari terpadat untuk perjalanan ke Bandung, saya berencana untuk ikut nebeng bang Husni ke Bandung. Hanya saja beliau pulang lebih cepat, sedangkan acara belum selesai. Lagipula saya ngebet untuk dapat membawa sertifikat konferensi hari itu juga.

Akhirnya saya pulang sendiri ke Bandung melalui stasiun Gambir, berharap masih ada tiket KA. Namun, harapan tinggal harapan. Tiket KA tujuan ke Bandung sudah luwdes hari itu, tinggal keberangkatan terakhir. Calo yang ada menawarkan harga tiketnya sangat mahal, yaitu Rp 125.000,-. Emoh, ah.

Seperti hari kemarin, saya mencari mobil travel carteran yang ada di Gambir. Ternyata sudah banyak orang-orang berkumpul di sana untuk diberangkatkan ke Bandung. Sistem antriannya cukup aneh. Setiap orang mendapat nomor antrian A, B sampai E. Untuk mendapat nomor tersebut, sangat sulit menurut saya, yaitu dengan meminta-minta nomor antrian kepada bos Ujang. Yang baru datang bisa saja dapat nomor antrian duluan. Lalu, kalau ada mobil carteran datang, yang berangkat adalah orang yang memiliki nomor tersebut. Saya sendiri bernagkat pukul 18.30 WIB setelah menunggu 1 jam lebih.

Biaya yang dipatok adalah sebesar Rp 70.000 - Rp 80.000,-. Cukup murah dan sama dengan travel yang biasa digunakan. Dengan demikian saya bisa sampai Bandung dengan cepat sebelum tengah malam. Mana berani naik motor malam-malam begitu ke ujung Berung :(

Hari Kamis dan Jumat yang lalu saya berkesempatan untuk menghadiri konferensi Indonesia Information and Communication Technology Award (INAICTA) 2008 yang digelar oleh Depkominfo. Acara ini bertempat di gedung Jakarta Convention Center (JCC) dan berlangsung pada tanggal 7-8 Agustus 2008.

Konferensi INAICTA 2008 menyajikan materi-materi yang up to date mengenai dunia ICT, digital lifestyle, cretive industry di Indonesia serta kebijakan-kebijakan pemerintah yang menyertainya. Susunan materi dapat dibagi menjadi beberapa bagian besar, yaitu:

1. National Resurgence through Digital Creativity
2. Digital Lifestyle
3. Electronic Payment Transaction System
4. Talk Show & Panel Discussion: Key Success factors for Electronic Transaction and Information Application
5. Digital Society in Indonesia
6. Talk show & Panel Discussion: Realization Of Wimax Program

Penyaji materi merupakan orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Sebut saja ibu Mari Elka Pangestu (Menteri Perdagangan), Guntur S. Siboro (Indosat), Paul I. Kristandi (Sun), Andi Noorsaman Sommeng (HKI), Tony Seno Hartono (Microsoft) dan lain-lain. Acara ini sendiri dibuka oleh bapak Mohammad Nuh (Menteri Kominfo). Hal ini dikarenakan industri kreatif di negeri ini menyumbang banyak peran dalam penyediaan lapangan kerja dan pendapatan negara.


Selain itu, di ruang lain ajang ini menampilkan para peserta nominator peraih penghargaan INAICTA 2008, yaitu hasil karya berupa software, games, animasi, robot, tools, riset, dan student project. Kategori software ini terbagi lagi dalam e-government, e-business, e-education, e-tourism and e-culture dan e-entertainment. Beruntung saya dapat sedikit bercakap-cakap dengan mereka untuk sekedar mengetahui lebih banyak produk yang telah dibuatnya.

Para sponsor yang mendukung acara ini juga turut mendemokan produk-produk mereka. Salah satunya adalah Unipro, sebuah perusahaan yang serius berkecimpung di bidang security IT. Pertamina tak mau kalah juga menampilkan produk pembayaran melalui Gaz Card yang bekerja sama dengan Bank Mandiri, BCA dan lain-lain. Terdapat juga Telkomsel, Telkom dengan Telkom Solution-nya, Indosat, Bakrie Telecom (Esia).

Konferensi INAICTA 2008 membuka luas persepsi saya mengenai dunia digital dan creative industry di Indonesia. Ternyata Indonesia tak (mau) ketinggalan jauh dari para rivalnya. Apalagi yang saya lihat kemarin hanyalah sebagian kecil saja dari mereka yang berkecimpung di dunia IT. Belum termasuk yang telah menjadi peserta tetapi tidak termasuk nominator apalagi yang tidak/belum menjadi peserta INAICTA 2008. Mungkin saja nanti di tahun 2009.

Dari sejak sekolah di SMA Negeri 13 Jakarta Utara, Jl. Seroja no. 1 (deuh masih ingat ;-p ), saya menyukai mie ayam, baik itu pangsit goreng/rebus, baso, yamin, dan ceker. Setiap pulang sekolah, saya menyantapnya sebagai pengganjal perut. Maklum, saya tinggal hanya dengan kakak perempuan waktu itu. Hmm.. masih terasa lezatnya mie ayam pangsit si mang hingga saat ini.

Datang ke Bandung, saya dikenalkan oleh bang Husni Pohan pada mie ayam baso di Asia Afrika, sebelah gedung Indosat - bank Mandiri. Mie ayamnya sangat lengkap dengan segala aksesorisnya: ayam suwir, baso tahu, baso, ceker dan pangsit. Harganya cukup terjangkau saat itu masih di bawah Rp 10.000. Selain itu, dikenalkan juga mie baso Akung (waktu itu masih di jalan Ambon, depan GOR Saparua). Rasanya juga enak dan lengkap. Sekarang mie Akung pindah ke jalan Lodaya dan selalu penuh dikunjungi orang.

Mie ayam baso yang murah dan enak saya rasakan di daerah Ujung Berung, yaitu mie baso Sugih. Mie ayamnya cuma Rp 5.000. Rasanya tidak mudah dilupakan, sekali mencoba besoknya pengen lagi. Sambalnya memiliki rasa yang unik dan pedas sekali, sesuai dengan rasa bumbu mie ayamnya. Tidak ada tulang ayam, hanya dagingnya saja yang disajikan di atas mienya.

Lalu, di sebelah RSUD Ujung Berung, ada mie baso Engkus. Ini sambal mie ayam basonya tidak tanggung-tanggung, sangat pedas. Takaran babatnya juga banyak. Aksesorisnya pun lengkap. Kalau dibungkus, mienya dipisah dengan yang lain.

Jumat kemarin saya makan mie ayam lagi di sekitar kantor Telkom Japati, mie ayam Joyo. Mie ayamnya enak dan aksesoris lengkap (kayak motor aja, pake aksesoris ;-P). Murah lagi. Terakhir, Sabtu lalu saya menikmati mie ayam lagi bersama istri, Dzakwan dan Daffa di cafe Solaria, Carrefour Kiaracondong. Mmm.. nikmatnya.. maknyus deh..

Kemarin, tepat liburan sehari Isra Mi'raj, saya beserta keluarga mengadakan perjalanan wisata ke Pasar Maruyung lalu dilanjutkan dengan makan-makan di Saung Stroberi. Saya namakan demikian sebab di kebun stroberi ini pemiliknya menyediakan saung-saung untuk kumpul makan bersama-sama keluarga sambil menikmati pemandangan di bawahnya berupa hamparan sawah dan bukit nan (nyaris) gundul.

Tiket masuknya hanya Rp 5.000,- dan gratis jus stroberi segar 1 gelas. Murah sangat kan? Haa.. Habis itu saya mengambil foto-foto untuk ditampilkan di blog ini.









Saung Stroberi ini terletak di Kec. Pacet Kab. Bandung. Jaraknya sekira 7 km dari Pasar Maruyung dan 14 km dari Pasar Ciparay. Jalanan agak menanjak dan sudah beraspal serta agak berkelok-kelok. Tak jarang kami berpapasan dengan kereta andong yang ditarik seekor kuda, alat transportasi tradisional yang masih digunakan di daerah itu.

Perjalanan dimulai dari tempat tinggal saya di Gedebage melewati Desa Sapan, Desa Sumbersari lalu Ciparay dan Pacet. Pemandangan di sepanjang jalan didominasi oleh persawahan yang amat luas dilatarbelakangi oleh gunung dan bukit. Kebanyakan padinya sudah mulai merunduk dan sebagian sedang dipanen. Di pinggir jalan menuju saung terlihat sesekali aliran sungai Citarum yang berbatu alam.

Hmm.. perjalanan yang menyenangkan, lho :)

Dear Sunaryo Kusumo,

All the very best on this special day from everyone here at XING! A birthday gift from us to you: 10 days of Premium Membership with our compliments, regardless of whether you're a Premium Member or not.

You can start using premium features straight away, e.g. by replying to all your friend's birthday wishes with your own thank-you message, refreshing old ties or making new contacts.

Just click once to activate your free birthday Premium Membership now!*

Collect your gift now

Enjoy the rest of your birthday!
Your XING Team

--

Well, thank you. Jarang-jarang ada yang ngasih kado dalam bentuk begini.

Bisa aja :)



Sebab saya perhatikan yang tercantum di "People Recently on Goodreads" selalu dari Indonesia. Apakah ini menunjukkan bahwa orang Indonesia gemar membaca dan mengkoleksi buku? Dan mungkin juga suatu pasar yang menjanjikan bagi sebuah toko buku online?

Apalagi Goodreads juga menyediakan widget untuk halaman profil di Facebook, lho. Sudah tahu, kan?

Malam tadi saya tidak sengaja melihat iklan Pertamina setengah halaman di surat kabar Pikiran Rakyat mengenai ajakan untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan. BBM yang termasuk kategori ini adalah Pertamax (ya, saya sudah pakai), Pertamax Plus (saya ingin mencobanya sekali-sekali, katanya bikin tarikan lebih moncerr), BioDiesel, Pertamax Dex dan BioPertamax. BBM ini dinyatakan sudah sesuai dengan standar Eropa (hmm, mudah2-an bisa jalan-jalan ke Eropa) dan membuat mesin lebih tahan lama.

Wajar saja bila Pertamina melakukan hal demikian, soalnya lembaga ini turut bertanggung jawab atas produk-produknya yang bersinggungan langsung dengan dampak lingkungan dan iklim. Selain itu, tentu saja untuk mengurangi konsumsi Premium dan mendorong masyarakat golongan menengah ke atas untuk tidak turut menikmati subsidi BBM.

BBM yang ramah lingkungan tentu saja membuat udara menjadi lebih bersih dan aman untuk kita dan anak-anak generasi mendatang. Hal ini sudah pasti berkaitan dengan ketahanan iklim. Iklim sekitar kita menjadi lebih bersahabat serta kesehatan hidup lebih terjamin.



Ya, kalau dimanfaatkan secara serious, fasilitas yang disediakan oleh Plurk sebenarnya bisa berguna dalam pekerjaan di kantor sehari-hari. Bentuk timeline seperti Plurk, sebenarnya terdapat juga dalam Journal milik MS Outlook. Pada Journal tersebut tercatat otomatis secara rapi dan terurut apa saja yang kita buat dan lakukan dengan dokumen kita seperti Word dan Excel. Hanya saja di dalam Plurk kita dapat memberi komentar, gambar dan icon lucu-lucu.

Ok, bayangkan saja kalau Friends kita di Plurk berisi rekan-rekan sekantor. Seperti saya yang membuat mockup sebuah aplikasi web. Saya bisa saja memperlihatkan hasil kerjaan saya berupa gambar/foto kepada para anggota team untuk mereka komentari dan diskusikan. Saya juga bisa mencatat kegiatan saya di kantor, jam segini ngapain, jam segitu ngapain tanpa bisa dibaca oleh publik, kan ada fasilitas private plurk (tapi gimana caranya ya?). Semacam worklog untuk kemudian dilaporkan kepada manajer di akhir bulan.

Memang seharusnya tiada hari tanpa nge-plurk dalam artian positif (membuat journal kerjaan), tidak cuma sekedar fun-fun yang menghabiskan waktu.

Beberapa hari yang lalu (sebenarnya sudah lamaa) saya melihat-lihat lokasi perumahan dimana saya tinggal di Google Earth. Ternyata foto udaranya sudah ada terpampang di freeware tersebut sampai Tahap IV. Padahal sebelumnya di lokasi itu cuma terlihat kapling-kapling tanah kosong. Senangnya :D



Perumahan Bumi Adipura ini berada jauh di Bandung Selatan sebelah timur dekat dengan perbatasan antara Kota dan Kabupaten Bandung, yaitu jalan tol Padalarang - Cileunyi. Saat membeli rumah di sini, saya memilih kapling di Tahap II dengan harga yang masih terbilang murah saat itu di tahun 2004. Fasilitas KPR yang tersedia cukup banyak, antara lain dari Bank Mandiri dan Bank Niaga. Prosesnya pun terbilang sangat mudah dan tidak berbelit-belit.

Fasilitas yang tersedia di perumahan ini diantaranya kolam renang, cafe, taman bermain, masjid di setiap cluster, jalan aspal hotmix dan lain-lain. Selain itu, ada kolam pemancingan yang selalu penuh, ruko-ruko yang sudah mulai ramai, tk dan sebagainya. Di dekat Tahap III sering diadakan event offroad, baik motor maupun jeep, karena memang terdapat lahan kosong di situ. Sampai saat ini sudah dibangun Tahap V dari 13 tahap yang direncanakan dengan luas mencapai 100 Ha.

Namun, sayangnya beberapa ISP broadband masih enggan masuk ke wilayah ini, karena mungkin peminatnya masih sedikit. Oleh karena itu, sebagian warga mengambil inisiatif sendiri untuk menyediakan koneksi wireless guna keperluan koneksi internet. Ya, sebut saja sebagai RT/RW net. Paling tidak hal ini sangat membantu untuk bisa online selama 24 jam sehari.

Alexa Rank

12:29 PM | with 0 comments »

What a surprise, hari ini saya mendapat 2 kejutan sekaligus dari Alexa. Pertama, ranking ParijsvanJava.com turun tajam ke sekitaran 3,1 juta. Padahal hari kemarin masih berada di 2,9 juta-an. Kedua, kejutan yang menyenangkan bahwa ranking blog ini naik menjadi 13,6 juta-an dibandingkan dengan pada saat pertama dibuat (25 juta).

Alexa Rank saat ini menjadi tolok ukur bagi peringkat kepopuleran sebuah website dibandingkan dengan yang lain. Seringkali penyedia iklan mensyaratkan angka Alexa Rank tertentu bagi suatu website untuk sah menjadi afiliasinya. Demikian pula dengan Page Rank, suatu layanan dari Google, juga menjadi parameter kesuksesan website.

Tak heran bila Kompas.com memasang iklan gede-gedean untuk menunjukkan bahwa Alexa Rank-nya lebih tinggi dibandingkan dengan Detik. Namun, menurut beberapa orang data yang dikeluarkan oleh Alexa masih belum bisa dianggap akurat. Apalagi layanan Alexa masih bersifat gratisan, yang artinya mungkin saja mereka tidak menjamin kebenaran data tersebut. Nggak bayar sih :D

Detectinvisible menyediakan fasilitas seru untuk mendetect teman/rekan kita sedang online atau tidak benar-benar online atau tidak mau terlihat online atau invisible di Yahoo! Messenger. Cukup ketikkan saja YM ID-nya, lalu klik "Go". Secara otomatis web ini akan memeriksa dan melaporkan hasilnya: Online, Offline atau Invisible beserta gambar avatarnya.

Mungkin saja teman/rekan kita itu sedang sibuk sehingga ia lebih memilih status Invisible. Namun, dengan mengetahui status YM-nya, paling tidak pesan penting kita telah tersampaikan. Terserah dia mau jawab atau tidak. Pun kalau dia sedang Offline, dia akan membacanya juga tatkala sudah online.

Jadi, apa gunanya? :D



Sudah saatnya mungkin kita mulai membiasakan diri dengan kendaraan yang tidak ber-bbm. Sepeda misalnya. Alternatif paling murah untuk jarak dekat-menengah. Motor listrik juga bisa jadi pilihan. Namun, sayang belum populer di Indonesia. Padahal kebanyakan diciptakan dan diproduksi sendiri oleh putra-putri terbaik nusantara. Motor tak ber-bbm ini dapat diperoleh hanya dengan harga 4-6 juta. Jarak tempuh sekali charge baterai sampai 40 km dengan kecepatan 40-80 km/jam. Mobil-mobil tak ber-bbm juga mulai muncul di Eropa. Tetapi, teknologinya masih terhitung mahal untuk ukuran orang kita.

Kendaraan non-fuel ini mulai menjadi trend baru di negara-negara Eropa karena keekonomisannya dibandingkan dengan mobil biasa. Bentuknya yang kecil, unik dan futuristik membuatnya tampak mewah. Namun di balik kemewahannya itu, ia menyimpan petuah bijak untuk selalu menjaga iklim kita dari zat-zat yang berbahaya.

Saya terkesan dengan berita di sebuah surat kabar terbesar di Jawa Barat mengenai kegiatan sebuah komunitas pencinta lingkungan yang sekaligus pembenci pemanasan global, Lady Community. Mereka dengan senang hati membagi-bagikan 700 buah bibit-bibit tanaman kepada para pengguna jalan raya yang saat itu melintas di simpang Dago, Bandung. Secara tidak langsung, mereka juga mengajari publik untuk menanam pohon guna mengurangi kadar CO2 di kota tersebut.

Saya jadi teringat pada tanggal 20-02-2002 yang lalu, seorang teman memberikan cendera mata pernikahannya berupa tanaman-tanaman mungil di dalam sebuah pot kecil. Ada tanaman kaktus, sri rejeki, kuping gajah dan lain-lain yang belum saya kenal. Saya sempat merawat cenderamata hidup itu sampai tahun 2004 sampai tanaman mini itu menguning dengan sendirinya. Ya, tanpa atau dengan sadar saya telah dipaksanya untuk memelihara tanaman yang telah dia beri itu sebagai kenang-kenangan.

Akankah bibit-bibit tanaman itu akan mampu mengurangi pemanasan global sesuai dengan maksud pemberinya? Semoga..

Di jaman Web 2.0 gini, ada-ada saja orang membuat ide. Salah satunya adalah web mini tiny journal bernama "plurk". Fasilitas blog singkat ini memiliki layout cukup unik berbentuk timeline. Jadi, blog yang kita masukkan disusun berurutan menurut jamnya. Para pengintip plurk milik seseorang dapat men"track" apa saja yang dilakukan dengan menggerakkan roller button pada mouse mereka.

Ya, kalau saya pikir ini mirip dengan konsep YM status seseorang yang kadang isinya aneh-aneh. Lagi apa dia pada saat itu (aneh juga kalau apa yang kita sedang kerjakan dan pikirkan ingin diketahui orang lain). Bedanya, status ini terekam dalam format yang lebih menarik. Bisa nambah friends, lagi :)

I'm Vario

8:30 PM | with 1 comments »

Mulai 2 bulan lalu saya memutuskan untuk mengendarai motor bila pergi ke kantor yang jaraknya cukup jauuh. Jaraknya kira-kira 19 km dengan waktu tempuh rata-rata 1 jam bila menggunakan mobil. Hal ini saya lakukan demi efisiensi, baik dalam hal waktu maupun biaya walaupun harus mengorbankan kenyamanan. Hitung saja, bila saya pakai mobil dalam seminggu bisa menghabiskan solar seharga Rp 100.000,- (1 liter = masih Rp 4.300). Sedangkan pakai motor paling banter Rp 50.000,- (pakai Pertamax, 1 liter = Rp 10.300,-).

Ya. Saya pakai bahan bakar Pertamax, sebab jenis bbm itulah yang cukup sesuai untuk kompresi Vario yang saya kendarai. Nilai Octan-nya 92, sedangkan Premium hanya 88. Selain membuat piston Vario tidak bekerja terlalu keras, Pertamax juga dijamin tidak bertimbal. Saya rasakan juga tarikan mesin menjadi sangat ringan pada saat ngebut (wheww.. :( jangan ditiru yah)dan di jalan menanjak.

Sejak menggunakan motor, stress yang timbul karena lalulintas padat dan macet pada saat perjalanan ke kantor menjadi berkurang. Oleh karena bentuknya yang kecil dan ringan, menjadikannya mudah menyelip di antara mobil-mobil, angkot, bus, truk yang terjebak dalam kepadatan lalu-lintas. Hitung-hitung juga saya mengurangi kemacetan.

Heran juga, mengapa naiknya harga bahan bakar tidak berpengaruh pada berkurangnya kemacetan lalu lintas. Apa mereka sudah pakai bahan bakar air atau penghemat bbm, ya? Wallahu alam :)

Namun, 1 bulan kemudian Honda mengeluarkan tipe baru motor matik yang katanya bisa hemat bahan bakar sampai 1:73. Padahal biasanya saya dan istri selalu bercanda kalau melihat ada mobil/motor keluaran baru sambil mengucap, "Untung belum beli Honda Jazz ya, tuh ada Terios baru" atau "Untung belum beli Mio, ada Vario tu."

Sesekali cobalah memperhatikan dan memikirkan barang sejenak iklim kita. Apakah telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu? Atau masih sama dengan jaman ibu - bapak kita berpacaran? Apakah datangnya hujan-kemarau masih teratur seperti dulu-dulu? Atau masihkah kabut menyambut pagi bersama embun kala sang surya datang mengusir subuh?

Kalau masih, berarti kita dan kamu khususnya benar-benar beruntung. Namun sampai kapan kita dapat menikmatinya? Bagaimana kita mempertahankan iklim sedemikian yang membikin kita sejuk dan nyaman di belantara kota besar Indonesia?

Jika iklim telah berubah dan tidak lagi memberikan udara yang segar serta hanya hawa panas yang kita rasakan, artinya ada yang salah. Entah itu pada cara hidup kita, apa yang kita pakai, yang kita makan, minum, buang dalam lingkungan rumah, sekolah, kerja sehari-hari.

Kita sudah tahu bahwa CFC dapat merusak Ozon, pelindung planet bumi dari radiasi sinar matahari. Namun mengapa kita masih memakai alat-alat yang menggunakan bahan itu. Kita sudah diajarkan kalau CO2 dan CO bisa menciptakan efek rumah kaca. Tetapi mengapa kita tetap sering berkendara dengan bahan bakar fosil. Kita juga belajar mengenai bagaimana memelihara kelestarian hutan, tanah dan air. Saat orang-orang merusaknya, mengapa kita masih diam beribu kata.

Iklim kita bergantung pada tingkah dan laku saya, kamu, keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Peliharalah dan jagalah agar tetap bertahan.

Detik telah berubah layout (tidak tampilan) dengan tetap menggunakan nuansa warna sebelumnya. Coba yah kalau ada fasilitas pilih template/theme, saya lebih suka memilih nuansa warna putih-abu-abu-hitam. Tetapi tak dapat dipungkiri, skema warna-warna Detik tersebut sudah menjadi trademark tersendiri dan terbukti menghasilkan banyak benefit.

Tata layout seperti yang dipakai Detik saat ini sudah dipakai oleh Kompas, Media Indonesia dan media online lainnya. Kalau menurut saya tata letak demikian memerlukan waktu lebih lama untuk menelusuri berita. Saya agak dibingungkan dengan mana berita yang terbaru sebab di bagian bawah juga terkadang tampil judul berita tersebut (dobel dan berulang-ulang).

Sabtu-Minggu kemarin, saya sekeluarga pergi ke Magelang dan Yogya untuk menghadiri pernikahan seorang kerabat. Kesempatan ini saya gunakan untuk mengajak istri untuk melihat-lihat kampung halaman papa sekaligus berkunjung ke Candi Borobudur. Selama ini memang istri saya belum pernah pergi jauh selain ke Lampung dan Tasikmalaya. Bahkan Jakarta :D !! Suasana pedesaan yang masih bisa dibilang sangat ndusun, tak ayal membuat istri saya terkagum-kagum (di Cibalanarik ngga ada soalnya :) ).

Ada kambing di belakang rumah, ayam, itik, bebek serta kerbau berjalan beriringan di pagi hari. Ada jalan menurun ke arah sungai yang tidak coklat airnya dan di seberangnya ada sawah-sawah menghampar. Nun jauh disana tampak Gunung Merapi dan Merbabu menyembunyikan matahari pagi. Suara gemericik air juga selalu terdengar saat kami berjalan sambil menghembuskan uap embun yang masih terasa dingin.



Dari dusun Tiban, kami bertiga mengendarai motor karena jaraknya memang dekat. Sesampai di sana, karena panas cukup terik kami tidak melanjutkan mendaki ke puncak stupa candi. Hanya menikmati saja kemegahan candi Borobudur dari jauh.



Di Yogya, kami menginap di Mranggen. Di rumah om saya ini, kucing peliharaannya cukup banyak. Kira2 ada 15 ekor dan sebagian besar berjenis angora. Dzakwan senang sekali bermain-main dengan kucing-kucing ini.



Keesokan harinya, setelah menghadiri acara pernikahan yang cukup sederhana di Yogya, kami memutuskan untuk mengitari jalan Malioboro. Suasana di jalan itu sangat padat, karena sedang musim liburan anak sekolah.

Liburan kali ini sangat berkesan buat kami. Selain dapat berkumpul bersama sanak famili, juga mempererat silaturahmi. Tak lupa kami memperkenalkan Dzakwan kepada mereka. Sampai ketemu lagi, ya :)

Pengelola Metro Trade Center (MTC) yang terletak di jalan Soekarno Hatta mengadakan lomba logo Metro Indah Mall (MIM). Lomba ini diselenggarakan setelah adanya keputusan mengubah nama mall tematik dari MTC menjadi MIM. Mall ini direncanakan menjadi tujuan belanja dan rekreasi keluarga di kawasan Bandung Timur.

Saat ini sudah banyak tersedia fasilitas di MTC, diantaranya Hypermart, restoran Kampung Priangan, ruko-ruko yang menjadi pusat bisnis, butik dan rumah makan, Hoka-Hoka Bento, KFC, grosir dan sebagainya. Saya sendiri bersama keluarga sering berkunjung ke tempat ini sebagai alternatif dari pasar baru yang letaknya sangat jauh.

Berminat ikutan? Dealinenya sampai tanggal 11 Juli 2008, lho.

Beberapa hari yang lalu saya memasukkan desain logo untuk Indonesia Super League pada lomba yang diselenggarakan oleh Badan Liga Indonesia.

Begitulah idenya :)



Kemarin-kemarin saya meluangkan waktu untuk sekedar updating situs web portal Bandung, ParijsvanJava.com. Walaupun tidak banyak berita informasinya, namun yang penting di update. Pengunjung yang datang diharapkan akan merasa tidak sia-sia mereka mengunjungi situs ini.

Saya banyak belajar dengan mengelola sebuah situs web. Salah satunya adalah pengetahuan tambahan mengenai CMS Joomla! yang kini cukup banyak dipakai. Templatenya juga kini beragam, tidak seperti dulu yang cuma terdiri dari 2-3 kolom. Selain itu, saya juga terinspirasi untuk mempelajari CMS lain seperti Drupal. Mungkin suatu waktu nanti ParijsvanJava.com akan beralih ke CMS yang satu ini.

Ada yang mau pasang iklan/banner? Silahkan kontak saya ;-P

Mengapa saya perlu blog ya? Mungkin karena ada banyak kata-kata yang perlu dicurahkan dalam bentuk tulisan di sini. Mungkin juga terdapat ragam informasi yang musti saya sampaikan kepada khalayak.

Rasanya begitulah alasannya blog ini dibuat.

Hello world!