I'm Vario

8:30 PM | with 1 comments »

Mulai 2 bulan lalu saya memutuskan untuk mengendarai motor bila pergi ke kantor yang jaraknya cukup jauuh. Jaraknya kira-kira 19 km dengan waktu tempuh rata-rata 1 jam bila menggunakan mobil. Hal ini saya lakukan demi efisiensi, baik dalam hal waktu maupun biaya walaupun harus mengorbankan kenyamanan. Hitung saja, bila saya pakai mobil dalam seminggu bisa menghabiskan solar seharga Rp 100.000,- (1 liter = masih Rp 4.300). Sedangkan pakai motor paling banter Rp 50.000,- (pakai Pertamax, 1 liter = Rp 10.300,-).

Ya. Saya pakai bahan bakar Pertamax, sebab jenis bbm itulah yang cukup sesuai untuk kompresi Vario yang saya kendarai. Nilai Octan-nya 92, sedangkan Premium hanya 88. Selain membuat piston Vario tidak bekerja terlalu keras, Pertamax juga dijamin tidak bertimbal. Saya rasakan juga tarikan mesin menjadi sangat ringan pada saat ngebut (wheww.. :( jangan ditiru yah)dan di jalan menanjak.

Sejak menggunakan motor, stress yang timbul karena lalulintas padat dan macet pada saat perjalanan ke kantor menjadi berkurang. Oleh karena bentuknya yang kecil dan ringan, menjadikannya mudah menyelip di antara mobil-mobil, angkot, bus, truk yang terjebak dalam kepadatan lalu-lintas. Hitung-hitung juga saya mengurangi kemacetan.

Heran juga, mengapa naiknya harga bahan bakar tidak berpengaruh pada berkurangnya kemacetan lalu lintas. Apa mereka sudah pakai bahan bakar air atau penghemat bbm, ya? Wallahu alam :)

Namun, 1 bulan kemudian Honda mengeluarkan tipe baru motor matik yang katanya bisa hemat bahan bakar sampai 1:73. Padahal biasanya saya dan istri selalu bercanda kalau melihat ada mobil/motor keluaran baru sambil mengucap, "Untung belum beli Honda Jazz ya, tuh ada Terios baru" atau "Untung belum beli Mio, ada Vario tu."

1 comments

  1. Isman H. Suryaman // July 15, 2008 at 2:09 PM  

    Teknologi cenderung gitu kok. Inget nggak waktu Lubis beli Mac dulu? Begitu ia beli, seminggu kemudian keluar versi yang lebih canggih.

    Namun, kalau kita terus menahan-nahan sekadar menunggu kemunculan yang lebih canggih, bisa jadi tiada akhir.

    Pada akhirnya, kita lebih baik memutuskan mau beli sesuatu dan apa pun yang akan muncul setelah itu... akan tetap bahagia menggunakannya.