Sesekali cobalah memperhatikan dan memikirkan barang sejenak iklim kita. Apakah telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu? Atau masih sama dengan jaman ibu - bapak kita berpacaran? Apakah datangnya hujan-kemarau masih teratur seperti dulu-dulu? Atau masihkah kabut menyambut pagi bersama embun kala sang surya datang mengusir subuh?

Kalau masih, berarti kita dan kamu khususnya benar-benar beruntung. Namun sampai kapan kita dapat menikmatinya? Bagaimana kita mempertahankan iklim sedemikian yang membikin kita sejuk dan nyaman di belantara kota besar Indonesia?

Jika iklim telah berubah dan tidak lagi memberikan udara yang segar serta hanya hawa panas yang kita rasakan, artinya ada yang salah. Entah itu pada cara hidup kita, apa yang kita pakai, yang kita makan, minum, buang dalam lingkungan rumah, sekolah, kerja sehari-hari.

Kita sudah tahu bahwa CFC dapat merusak Ozon, pelindung planet bumi dari radiasi sinar matahari. Namun mengapa kita masih memakai alat-alat yang menggunakan bahan itu. Kita sudah diajarkan kalau CO2 dan CO bisa menciptakan efek rumah kaca. Tetapi mengapa kita tetap sering berkendara dengan bahan bakar fosil. Kita juga belajar mengenai bagaimana memelihara kelestarian hutan, tanah dan air. Saat orang-orang merusaknya, mengapa kita masih diam beribu kata.

Iklim kita bergantung pada tingkah dan laku saya, kamu, keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Peliharalah dan jagalah agar tetap bertahan.

0 comments