Saya terkesan dengan berita di sebuah surat kabar terbesar di Jawa Barat mengenai kegiatan sebuah komunitas pencinta lingkungan yang sekaligus pembenci pemanasan global, Lady Community. Mereka dengan senang hati membagi-bagikan 700 buah bibit-bibit tanaman kepada para pengguna jalan raya yang saat itu melintas di simpang Dago, Bandung. Secara tidak langsung, mereka juga mengajari publik untuk menanam pohon guna mengurangi kadar CO2 di kota tersebut.
Saya jadi teringat pada tanggal 20-02-2002 yang lalu, seorang teman memberikan cendera mata pernikahannya berupa tanaman-tanaman mungil di dalam sebuah pot kecil. Ada tanaman kaktus, sri rejeki, kuping gajah dan lain-lain yang belum saya kenal. Saya sempat merawat cenderamata hidup itu sampai tahun 2004 sampai tanaman mini itu menguning dengan sendirinya. Ya, tanpa atau dengan sadar saya telah dipaksanya untuk memelihara tanaman yang telah dia beri itu sebagai kenang-kenangan.
Akankah bibit-bibit tanaman itu akan mampu mengurangi pemanasan global sesuai dengan maksud pemberinya? Semoga..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments
Post a Comment