Perjalanan ke Jakarta dari Bandung pp (pergi-pulang atau pulang pergi?) waktu itu memang tanpa rencana. Tidak ada acara pesan travel lebih dulu. pesan hotel, taksi dan segala macam. Alhasil, saat tiba di agen travel tujuan Jakarta, ternyata sudah penuh dibooking. Langsung saya ngaciir ke stasiun Bandung guna mengejar kereta jam 5 pagi. Akhirnya, dapat juga tiket KA Argo Gede dengan keberangkatan pukul 5.30 tujuan Gambir.

Tiba di stasiun Gambir langsung naik ojek ke halte busway Monas. Nggak cukup waktu buat jalan kaki ke sana. Eiyts, hampir lupa beli tiket busway, untung belum masuk ke ruang tunggunya. Cuma bayar Rp 3.500,- sudah bisa duduk dengan tenang di busway menuju halte Polda untuk ke JCC di Senayan. Turun busway nyambung lagi pakai ojyek. Lumayan hemat daripada naik taksi dari Gambir ke Senayan, kan?

Di JCC ikutan konferensi gratis INAICTA 2008 sampai selesai. Ouw, ada ibu Menteri membawakan materi sangat menarik mengenai industri kreatif di tanah air. Sayang, tidak ada ppt-nya dalam bentuk digital. Siangnya sebelum Jumatan, dapat makan gratis pula di acara tersebut. Sorenya, karena hari Jumat adalah hari terpadat untuk perjalanan ke Bandung, saya berencana untuk ikut nebeng bang Husni ke Bandung. Hanya saja beliau pulang lebih cepat, sedangkan acara belum selesai. Lagipula saya ngebet untuk dapat membawa sertifikat konferensi hari itu juga.

Akhirnya saya pulang sendiri ke Bandung melalui stasiun Gambir, berharap masih ada tiket KA. Namun, harapan tinggal harapan. Tiket KA tujuan ke Bandung sudah luwdes hari itu, tinggal keberangkatan terakhir. Calo yang ada menawarkan harga tiketnya sangat mahal, yaitu Rp 125.000,-. Emoh, ah.

Seperti hari kemarin, saya mencari mobil travel carteran yang ada di Gambir. Ternyata sudah banyak orang-orang berkumpul di sana untuk diberangkatkan ke Bandung. Sistem antriannya cukup aneh. Setiap orang mendapat nomor antrian A, B sampai E. Untuk mendapat nomor tersebut, sangat sulit menurut saya, yaitu dengan meminta-minta nomor antrian kepada bos Ujang. Yang baru datang bisa saja dapat nomor antrian duluan. Lalu, kalau ada mobil carteran datang, yang berangkat adalah orang yang memiliki nomor tersebut. Saya sendiri bernagkat pukul 18.30 WIB setelah menunggu 1 jam lebih.

Biaya yang dipatok adalah sebesar Rp 70.000 - Rp 80.000,-. Cukup murah dan sama dengan travel yang biasa digunakan. Dengan demikian saya bisa sampai Bandung dengan cepat sebelum tengah malam. Mana berani naik motor malam-malam begitu ke ujung Berung :(

0 comments