Hari Kamis dan Jumat yang lalu saya berkesempatan untuk menghadiri konferensi Indonesia Information and Communication Technology Award (INAICTA) 2008 yang digelar oleh Depkominfo. Acara ini bertempat di gedung Jakarta Convention Center (JCC) dan berlangsung pada tanggal 7-8 Agustus 2008.

Konferensi INAICTA 2008 menyajikan materi-materi yang up to date mengenai dunia ICT, digital lifestyle, cretive industry di Indonesia serta kebijakan-kebijakan pemerintah yang menyertainya. Susunan materi dapat dibagi menjadi beberapa bagian besar, yaitu:

1. National Resurgence through Digital Creativity
2. Digital Lifestyle
3. Electronic Payment Transaction System
4. Talk Show & Panel Discussion: Key Success factors for Electronic Transaction and Information Application
5. Digital Society in Indonesia
6. Talk show & Panel Discussion: Realization Of Wimax Program

Penyaji materi merupakan orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Sebut saja ibu Mari Elka Pangestu (Menteri Perdagangan), Guntur S. Siboro (Indosat), Paul I. Kristandi (Sun), Andi Noorsaman Sommeng (HKI), Tony Seno Hartono (Microsoft) dan lain-lain. Acara ini sendiri dibuka oleh bapak Mohammad Nuh (Menteri Kominfo). Hal ini dikarenakan industri kreatif di negeri ini menyumbang banyak peran dalam penyediaan lapangan kerja dan pendapatan negara.


Selain itu, di ruang lain ajang ini menampilkan para peserta nominator peraih penghargaan INAICTA 2008, yaitu hasil karya berupa software, games, animasi, robot, tools, riset, dan student project. Kategori software ini terbagi lagi dalam e-government, e-business, e-education, e-tourism and e-culture dan e-entertainment. Beruntung saya dapat sedikit bercakap-cakap dengan mereka untuk sekedar mengetahui lebih banyak produk yang telah dibuatnya.

Para sponsor yang mendukung acara ini juga turut mendemokan produk-produk mereka. Salah satunya adalah Unipro, sebuah perusahaan yang serius berkecimpung di bidang security IT. Pertamina tak mau kalah juga menampilkan produk pembayaran melalui Gaz Card yang bekerja sama dengan Bank Mandiri, BCA dan lain-lain. Terdapat juga Telkomsel, Telkom dengan Telkom Solution-nya, Indosat, Bakrie Telecom (Esia).

Konferensi INAICTA 2008 membuka luas persepsi saya mengenai dunia digital dan creative industry di Indonesia. Ternyata Indonesia tak (mau) ketinggalan jauh dari para rivalnya. Apalagi yang saya lihat kemarin hanyalah sebagian kecil saja dari mereka yang berkecimpung di dunia IT. Belum termasuk yang telah menjadi peserta tetapi tidak termasuk nominator apalagi yang tidak/belum menjadi peserta INAICTA 2008. Mungkin saja nanti di tahun 2009.

0 comments